Selasa, 26 April 2011

Anis Baswedan the Source Inspiration for The Next Leader

Anies Baswedan Ph.D., (lahir 7 Mei 1969; umur 40 tahun) adalah rektor Universitas Paramadina, direktur riset pada The Indonesian Institute.

Anis pernah bekerja sebagai National Advisor bidang desentralisasi dan otonomi daerah di Partnership for Governance Reform, Jakarta (2006-2007). Selain itu pernah juga menjadi peneliti utama di Lembaga Survei Indonesia (2005-2007).

Di tahun 2005 ia menjadi peserta Gerald Maryanov Fellow di Departemen Ilmu Politik di Universitas Northern Illinois sehingga dapat menyelesaikan disertasinya tentang "Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia". Gelar master didapat dari School of Public Policy, Universitas Maryland dan gelar Sarjana Ekonomi didapat dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

Semasa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), dia aktif di gerakan mahasiswa dan menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM. Sewaktu menjadi mahasiswa UGM, dia mendapatkan beasiswa Japan Airlines Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas bidang Asian Studies di Universitas Sophia di Tokyo, Jepang. Ketika SMA, Anis pernah mengikuti program pertukaran pelajar AFS Intercultural Programs, yang di Indonesia diselenggarakan oleh Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.

Setelah lulus kuliah di UGM pada tahun 1995, Anis bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi di UGM. Anis mendapatkan beasiswa Fulbright untuk pendidikan Master Bidang International Security and Economic Policy di University of Maryland, College Park. Sewaktu kuliah, dia dianugerahi William P. Cole III Fellow di Maryland School of Public Policy, ICF Scholarship, dan ASEAN Student Award.

Di Amerika ia juga aktif di dunia akademik dengan menulis sejumlah artikel dan menjadi pembicara dalam berbagai konferensi. Ia banyak menulis artikel mengenai desentralisasi, demokrasi, dan politik Islam di Indonesia. Artikel jurnalnya yang berjudul "Political Islam: Present and Future Trajectory" dimuat di Asian Survey, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Universitas California, Artikel Indonesian Politics in 2007: The Presidency, Local Elections and The Future of Democracy diterbitkan oleh BIES, Australian National University.

Majalah Foreign Policy (Mei 2008) memasukan Anis dalam daftar 100 Intelektual Publik Dunia. World Economic Forum, berpusat di Davos, memilih Anis sebagai salah satu Young Global Leaders (Februari 2009).

Anies menjadi moderator dalam acara debat calon presiden 2009. Debat pertama ini menerima banyak kritikan karena para calon presiden tidak saling mendebat satu sama lain. Moderator mengangkat isu kritis seperti Lumpur Lapindo, Alutsista (persenjataan), HAM dan problem TKI tetapi para calon presiden tidak menggunakan issue tersebut untuk saling mengkritik; mereka justru saling mensetujui.

Anis adalah anak pertama dari  Drs. Rasyid Baswedan, SU (Dosen Fak Ekonomi Universitas Islam Indonesia) dan Prof. DR. Aliyah Rasyid, M.Pd. (Dosen Fak Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta). Ia menikah dengan Fery Farhati, S.Psi, M.Sc. dan dikaruniai tiga anak: Mutiara Annisa, Mikail Azizi, dan Kaisar Hakam. Anis dan keluarga tinggal di Jakarta. Anis adalah cucu dari AR Baswedan, pejuang nasional yang merupakan salah satu founding-fathers Republik Indonesia serta yang pernah menjadi -diantaranya- Menteri Penerangan di masa-masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Source:
http://id.wikipedia.org/wiki/Anies_Baswedan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar